07/01/17

Day 9 - Tujuan Itu Adalah Rumah

Tak bisa kupercaya aku telah berjalan sejauh ini. Yang awalnya aku kira bahwa diriku tak akan bisa menginjak Benua Biru semuda ini, kini, aku telah di Eropa dan bahkan sudah berlangsug 9 hari lamanya!

Madrid menjadi tujuan terakhir kami. Kami baru mendarat di Barajas Airport sekitar jam 12 siang. Kami telah mendapatkan tempat menginap dari Airbnb. Letaknya tak terlalu jauh dari bandara. Lokasinya bisa ditempuh dengan bis bandara dengan melewati dua halte saja. Apartemen ini juga sangat strategis, dekat dengan stasiun metro. (Sejauh ini, inilah Airbnb terbaik yang pernah aku dapatkan. Cek profil Airbnb-nya di sini.)

Tiba di apartemen, kami langsung disambut ramah sang pemilik dan putri cantiknya. Dua gelas air putih tersaji sebagai penawar dahaga kami. Apartemen ini termasuk mewah untukku. Bangunannya baru. Lokasinya yang dekat dengan bandara, bisa dikatakan apartemen ini terletak di kawasan elit. Aku meletakkan barangku di kamar. Lalu aku mandi, membersihkan badanku yang berkeringat dan berdebu.

Kami sudah memiliki rencana hari ini. Inilah hari penghabisan energi. Hari terakhir kami di Eropa. Tak terasa, sungguh cepat sekali. Setelah siap, kami berpamitan dengan sang host, Fabiana. Bergegas kami berjalan menuju stasiun metro. Stasiun ini adalah stasiun paling ujung di Kota Madrid. Untuk ke kota, kita harus menempuh jarak 11 stasiun. Tak apa, toh cepat juga. Kira-kira hanya akan memakan waktu 30 menit saja.




Kami sejenak bersantap. Karena ini hari terakhir, kami makan di restoran. Restoran ini halal. Aku memesan makanan khas Maroko, lupa apa namanya. Semacam nasi goreng dengan tambahan rica-rica kerang yang so yummy.

Perjalanan kami lanjutkan menuju Buen Retiro Park. Sebuah taman nan megah dengan pepohonan hijau yang mengelilingi taman. Pohon-pohon itu tercukur rapi, dibentuk sedemikian rupa. Ada juga patung pahlawan sedang menunggang kuda. Ditambah ornamen-ornamen, seperti burung elang sedang mengepakkan sayapnya dan sepasang kekasih yang sedang dimabuk asmara. Air memancur tinggi menyebar di kolam tengah taman. Tak jauh dari taman itu, kami juga mengunjungi Royal Palace of Madrid. Sebuah bangunan yang sangat megah dan artistik. Jendelanya tebal dan unik. Dibalut cat berwarna abu-abu nan elegan. Temboknya kokoh, menjulang tinggi menantang langit. Sayang, kami tak sempat masuk, jam kunjung sudah berakhir hari itu. Aku hanya berjalan-jalan di pelatarannya yang luas saja. Memfoto sekeliling istana. Benar-benar istana ini menyihir pikiran sesiapa saja, menghipnotisku bagaikan diri ini sedang di halaman nirwana.





  



Setelah puas mengunjungi Royal Palace, inilah saatnya ke tempat yang paling dinanti-nanti. Tempat yang paling direncanakan dan sangat kecil kemungkinannya untuk dilewatkan. Mumpung di Madrid, kami mengunjungi markas Real Madrid, Stadion Santiago Bernabeu. Aku dan Efan berfoto ria di depan plakatnya persis sampai bosan. Berpose mengangkat dan mengepalkan tangan seolah-olah mengatakan, "Aku sudah sampai di sini!", juga berlagak seolah-olah kamilah yang paling ultras. Haha.





Hari sudah semakin petang. Langit yang tadinya cerah, kini mulai menghitam. Setelah satu putaran mengelilingi Santiago Bernabeu, kami kembali ke apartemen. Makanan camilan dan susu sengaja kami beli untuk mengisi perut malam ini di kamar. Kami harus istirahat dan beranjak pulang esok hari. Putri sang host, Loli, akan diwisuda juga esok hari. Jadi, mau tidak mau kami harus angkat kaki pagi-pagi sekali, mungkin sekitar jam 7 pagi. Untung jadwal penerbangan kami memang pagi.

Sarapan sudah dihidangkan oleh Fabiana malamnya. Fabiana dan Loli tampaknya masih tidur. Matahari belum sepenuhnya meninggi. Anjingnya seperti kaget menyambut kami yang sudah bangun pagi-pagi sekali. Kutali sepatuku, kuambil secarik kertas di meja, seraya kutuliskan, "Thank you Fabiana and Loli. You both are so kind. We hope to see you again someday."

Aku siap, aku mantap, aku akan pulang. 4 Juli 2016 aku angkat kaki dari bumi Eropa. Penerbangan Etihad Airlines dari Madrid akan transit di Abu Dhabi terlebih dahulu. Dari Abu Dhabi penerbangan dilanjutkan ke Jakarta yang mengudara 9 jam lamanya. Dari Jakarta kami melanjutkan penerbangan menuju ke kampung halaman kami, Yogyakarta. Kebahagiaanku meledak di hari itu. Rasa haru mencapai klimaksnya. Tujuan dari sebuah perjalananan yang sebenarnya adalah rumah. Memang benar, itu jugalah yang kuyakini hingga saat ini. Aku senang sekali bisa melihat Ibu, Ayah, Kakak, dan Adikku setelah dua tahun lamanya kami berpisah. 

Terimakasih yang tulus kuucapkan untuk temanku, travel partner-ku, Efan, yang telah mengajakku atau lebih tepatnya memaksaku melakukan perjalanan yang gila ini. Terimakasih sudah banyak membantu. Terimakasih sudah bersama-sama dalam menjajah Sang Benua Biru semuda ini!





26 days, 14 cities, 11 countries 

Irkutsk-Bangkok-Kuala Lumpur-Abu Dhabi-Paris-Amsterdam-Rhodos-Zurich-St Moritz-Tirano-Venice-Rome-Madrid-Abu Dhabi-Jakarta-Yogyakarta-Kuala Lumpur-Singapore-Yogyakarta

(P.s: Next post, travel with family to KL and S'pore)

Share:

Your Seat Number

I Was Here

Novardin’s Travel Map

Novardin has been to: France, Greece, Indonesia, Italy, Malaysia, Netherlands, Russia, Singapore, Spain, Switzerland, Thailand.
Get your own travel map from Matador Network.

Contact

Nama

Email *

Pesan *