05/01/17

Day 8 - Mengunjungi Markas Gladiator

Waktuku di negeri dongeng, Venice telah usai. Kini saatnya kami melanjutkan perjalanan menuju Ibukora Roma.

...

Dari Venice aku menaiki kereta kelas dua. Kereta ini berbilik-bilik. Berisi dua bangku memanjang di tiap biliknya. Tiap bangku diisi tiga penumpang. Jadi, ada enam orang totalnya. Sialnya, aku duduk di bagian tengah dan tidur tanpa bisa bersandar ke kiri ataupun kanan. Aku hanya bersandar ke bangku yang datar. Aku lupa berapa jam perjalanan dari Venice menuju ke Roma, yang ku ingat aku berangkat saat gelap dan sampai saat langit sudah terang.

Aku dan Efan sempoyongan keluar kereta. Kami terbangun saat kereta baru sampai. Kesadaran kami belum kembali sepenuhnya. Karena kami sampai stasiun terlalu pagi, kami memilih untuk berkeliling Kota Roma terlebih dahulu. Segala tentengan kami titipkan di tempat penitipan barang di Stasiun Roma, kecuali kamera tentu saja. 

Tujuan kami saat itu jelas, yaitu Colosseum! Salah satu keajaiban dunia yang sering kita lihat di buku-buku atlas. Loket penjualan tiket masuk dan guide masih tutup, kami pun hanya berputar dan berkeliling di halaman luarnya saja. Colosseum ini sudah acapkali mengalami perbaikan. Sangat terlihat mana tembok yang asli dan mana yang bukan. Di sekitaran Colosseum juga bisa kita temui puing-puing bangunan sisa kejayaan Kerajaan Romawi.




Sebelum ke penginapan, kami memutuskan untuk sarapan terlebih dahulu di dekat gerbang metro di seberang Colosseum sambil menikmati suasana Kota Roma di pagi hari. Efan memesan paket sarapan yang terdiri dari roti, kentang, telur mata sapi, dan kopi, sedangkan aku hanya memesan jus lemon saja. Bekalku twister Burger King dari Venice masih belum aku makan.





Kami kembali ke stasiun terlebih dahulu sebelum menuju penginapan untuk mengambil barang-barang. Sesaat setelah barang-barang diambil, dibukalah telepon pintar dan kami ikuti petunjuknya untuk mencapai alamat apartemen tempat kami akan menginap. Hipster nama penginapannya. Kami pesan melalui Airbnb. Untuk menemukannya, tidak sesulit yang kami kira. Dari stasiun, kami berjalan menuju halte trem. Naiklah kami ke trem. Setelah tujuh halte terlewati, kami pun turun. Hanya perlu berjalan sebentar, sampailah kami di Penginapan Hipster itu.

Apartemen ini terdiri dari tiga kamar. Dua kamar sudah terisi dan satu kamar baru saja ditinggalkan tamunya. Kami terpaksa menunggu host terlebih dahulu karena kamar yang baru saja ditinggalkan tamu yang lain belum sempat dibereskan. Di apartemen itu terdapat dapur dan yang pasti juga kamar mandi. Dua kamar tetangga yang lain dihuni oleh pejalan asal Amerika dan Italia. Kami sempat berkenalan dan sejenak bercengkerama.


Di malam hari kami keluar apartemen menuju ke cafe terdekat. Bukan tanpa alasan kami ke cafe malam hari itu. Di sepanjang jalan cafe sudah berkumpul ratusan warga sekitar untuk bersama-sama menyaksikan big match antara Jerman menghadapi Italia dalam babak perempat final Euro Cup 2016. Semua tegang saat peluit panjang dibunyikan. Dua kali tambahan waktu usai. Hasilnya masih sama, 1-1. Pemenang ditentukan lewat adu pinalti. Italia kalah saat itu dengan hasil 6-5.


Diam-diam kami sudah berjalan kembali ke apartemen. Waktu telah menunjukkan pukul 11 malam. Saatnya beristirahat. Esok hari haurs berangkat menuju ke bandara pagi-pagi sekali. 


Share:

Your Seat Number

I Was Here

Novardin’s Travel Map

Novardin has been to: France, Greece, Indonesia, Italy, Malaysia, Netherlands, Russia, Singapore, Spain, Switzerland, Thailand.
Get your own travel map from Matador Network.

Contact

Nama

Email *

Pesan *