01/11/16

Day 5 - Perjalanan ke Swiss

Bandara Schipol Amsterdam menjadi bandara dengan tingkat keamanan terketat yang pernah kurasakan. Segala hal yang aku bawa atau pakai diperiksa sedetail mungkin. Walau begitu, prosesnya cepat dengan petugas yang ramah. Penerbangan dengan maskapai low cost, Aegean, akan membawaku ke Zurich, Swiss. Sebelumnya pesawat akan transit dahulu di Rhodos, Yunani karena ini adalah maskapai asal Yunani.

Aegean mendarat mulus di Rhodos. Rhodos adalah pulau kecil di Yunani. Bila dianalogikan, Rhodos seperti Bali di Indonesia. Aku melewati pemeriksaan paspor dengan lancar. Efan juga demikian. Waktu transit adalah 8 jam, terhitung mulai jam 11 malam hingga jam 7 pagi. Walaupun badan sebenarnya sudah letih, kami tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan. Kami bergegas keluar bandara menuju halte bis berada. Beruntung kami mendapat bis paling terakhir hari itu dan langsung membawa kami menuju pusat kota.

Bis melaju dengan kencang. Sopir yang muda memiliki semangat muda pula. Tampaknya ia ingin cepat-cepat sampai rumah. Bis melewati jalanan Rhodos yang sempit. Aku terkagum. Wow, Yunani memang seperti yang terlihat di film-film. Semua bangunan bercat putih seragam. Arsitekturnya pun serupa.

Sekitar 30 menit, bis sampai pada tujuan akhir yaitu pusat kota Rhodos. Tidak seperti yang kubayangkan, malam itu tidak terlalu ramai orang. Kafe-kafe di sini serentak akan tutup pukul 1 dini hari. Karena sudah malam, semua menjadi gelap dan tidak ada hal untuk dinikmati. Kami menuju kafe yang sebentar lagi akan tutup. Makan di kafe merupakan pilihan yang tepat saat itu.


Waktu menunjukkan pukul 1.30. Kami sudah berada di bandara lagi. Suasana bandara sangat sepi, hanya ada segelintir orang saja yang menginap termasuk kami. Aku tidur di bangku panjang depan loket tiket dan dekat pintu masuk hingga pagi tiba.

Pagi pun tiba. Penerbangan kami berlanjut. Dan akhirnya, kami mendarat di Zurich. Di Zurich kami hanya memiliki beberapa jam saja, setelah itu kami akan menuju suatu kota di Swiss yang terletak di pegunungan, yang bernama Samedan. Dari bandara kami menuju stasiun pusat. Lalu dilanjutkan berjalan kaki berkeliling Kota Zurich yang mengesankan.

Kami berjalan-jalan tanpa arah, tanpa melihat petunjuk di peta. Kami hanya mengikuti kehendak langkah kaki saja. Tak diduga, kami menemukan Sungai Limmat, ialah sungai besar yang membelah Kota Zurich. Puas berkeliling, lagi-lagi kami terdampar di warung makan cepat saji. Harga menunya sangat mahal dibanding negara-negara lain. Swiss memang salah satu negara termahal di dunia. Swiss juga memiliki mata uang sendiri, Franc.





Share:

Your Seat Number

I Was Here

Novardin’s Travel Map

Novardin has been to: France, Greece, Indonesia, Italy, Malaysia, Netherlands, Russia, Singapore, Spain, Switzerland, Thailand.
Get your own travel map from Matador Network.

Contact

Nama

Email *

Pesan *