25/10/16

Day 3 - Mengejar Sorbonne

Tidak ada mimpi indah semalam. Mimpi indah itu sudah menjadi kenyataan dalam bangunku. Terbangun di tempat baru dan tak memiliki beban pekerjaan adalah kebahagiaan yang mutlak.

Langit Kota Paris masihlah sama. Cerah berawan membuat sumringah hati siapapun. Untunglah tak ada hujan yang turun yang hanya akan membuat hati menjadi sendu. Selama perjalananku hujan pernah turun sekali, saat di Bangkok.

Aku sudah tak bermalam di apartemen Soha lagi. Reservasi Airbnb hanya untuk semalam saja. Jadi hari ini kami telah berpindah tempat di Hotel Best Western Paris. Rencana utama kami hari ini yaitu nonton bareng pertandingan Euro Cup, Prancis melawan Irlandia di pelataran Menara Eiffel, sebelumnya akan singgah sebentar di Museum de Louvre, dan bila sempat kami juga ingin mengunjungi Universitas Paris-Sorbonne.

Kami sekalian check-out karena ini hari terakhir kami di Paris. Barang-barang akan kami letakkan dulu di hotel. Bergegas kami menuju stasiun metro dengan tujuan Museum de Louvre. Sesampainya di musium itu, kami langsung mencari halaman dimana piramid kaca berada. Untuk memasuki musium bawah tanahnya dikenakan tarif, namun kami hanya akan berfoto-foto di luarnya saja dengan latar belakang piramid kaca dan bangunan-bangunan artistik yang mengelilinginya.


Hari sudah beranjak siang. Kami harus segera menuju Menara Eiffel karena pertandingan Euro Cup dimulai pukul 15.00. Tak kubayangkan sebelumnya, banyak sekali orang-orang yang akan menonton bersama. Gemuruh sorak-sorai dukungan untuk Tim Prancis sudah terasa sejak berada di gerbong metro sekalipun.

Antrian panjang terjadi di depan gerbang masuk pelataran Eiffel. Pengecekan yang bertahap dilakukan para petugas keamanan. Kita tidak diperbolehan membawa segala jenis air, senjata, dan benda-benda berbahaya lainnya. Lolos dari pengecekan, aku langsung bergabung ke tengah ribuan lautan massa pendukung Prancis.



Pertandingan baru memasuki menit-menit awal. Suasana sangat tegang kala itu. Suasana kian tegang sesaat setelah Tim Irlandia menceploskan gol ke gawang Prancis. Babak pertama usai. Keunggulan untuk Tim Irlandia.

Babak kedua pun dimulai. Prancis berhasil mencetak gol penyama ke gawang Irlandia. Ale! Pertandingan masih berlanjut. Prancis tampak tak ingin dipermalukan di kandangnya sendiri. Para pemain terlihat begitu bekerja keras dengan mendominasi penguasaan bola, para warga Prancis berharap hasil yang terbaik untuk pertandingan kali ini. Harapan itu akhirnya terwujud. Bintang muda Prancis, Antonie Griezmann berhasil mencetak gol pembalik keadaan, sekaligus sebagai penentu kemenangan karena tidak ada gol lagi tercipta hingga peluit tanda berakhirnya pertandingan ditiupkan. 2-1 untuk kemenangan Prancis. Ale ale ale! Teriak para pendukung dengan penuh semangat seraya berpelukan dengan rekan-rekannya. Suatu pengalaman yang mengesankan bagiku dapat menonton bersama dengan ribuan warga Paris.


Seusai pertandingan, kami menuju Universitas Sorbonne. Ada banyak fakultas yang ternyata gedungnya terpisah satu sama lain. Selain tujuan wisata, Prancis memang dikenal sebagai tujuan melanjutkan pendidikan dari seluruh penjuru dunia. Sorbonne sudah lama kukenal gaungnya melalui novel-novel Andrea Hirata. Sorbonne, universitas dimana harapan digoreskan kuat-kuat dan mimpi diraih setinggi-tingginya. Kelak suatu saat aku ingin mencicipi lika-liku romansa pembelajaran di kampus ini.


Terlepas dari itu, ada kabar yang membahagiakanku. Aku memiliki teman di Barnaul, salah satu kota di Siberia. Aku mengenalnya saat aku sedang berpetualang menjelajah Siberia. Ia mengajakku berkeliling kota dan menceritakan bermacam hal mengenai Barnaul. Singkat cerita, ia baru saja diterima di Universitas Sorbonne. Ia sengaja tak bercerita kepadaku bahwa ia sudah mempersiapkan berkuliah di universitas itu sejak lama. Mulai dari belajar bahasa Prancis, ujian akhir, dan segala jenis dokumen. Aku pun berpikir, terkadang suatu rencana tidak perlu diceritakan sampai kita benar-benar meraihnya. Biarlah kita berjuang dalam kesunyian dan ketika tiba waktunya, dunia akan terguncang oleh kesuksesan kita.
Share:

Your Seat Number

I Was Here

Novardin’s Travel Map

Novardin has been to: France, Greece, Indonesia, Italy, Malaysia, Netherlands, Russia, Singapore, Spain, Switzerland, Thailand.
Get your own travel map from Matador Network.

Contact

Nama

Email *

Pesan *