30/01/15

Danau Baikal: Antara Bermain Ski dan Menikmati Panorama

Rusia merupakan salah satu negara pemberi beasiswa untuk mahasiswa asing, tak terkecuali mahasiswa Indonesia. Tercatat sekitar 200 lebih mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Negeri Beruang Merah dengan bantuan beasiswa pemerintahnya. Namun, tak hanya di Moscow ataupun St Petersburg saja mahasiswa asing terpusat. Mahasiswa asing tersebar di seluruh penjuru kota Rusia, termasuk Irkutsk.
                Saat ini adalah masa liburan semester ganjil bagi mahasiswa di sini.  Setelah berkutat dengan kesibukan kuliah, tak jarang mahasiswa memanfaatkan waktu liburan ini untuk berdestinasi ke suatu tempat, termasuk kami, para mahasiswa Indonesia di Irkutsk. Irkutsk merupakan salah satu kota yang berada di Rusia timur. Tepatnya di daerah terdingin yaitu Siberia.
                Hari Sabtu 4 Januari 2015 07.00, kami bersiap menuju objek wisata terkenal yaitu danau terdalam di dunia, Baikal. Memang, letak Danau Baikal hanya sekitar 50 kilometer dari pusat Kota Irkutsk. Pukul tujuh pagi di Irkutsk masih gelap gulita. Suasana sepi, tak banyak aktivitas yang berlangsung. Kami membawa bekal secukupnya dan juga tentu saja pakaian super tebal yang telah kami kenakan.
Jalan Raya Baikal
Menuju Danau Terdalam di Dunia
                Perjalanan kami awali dari halte bis yang tak jauh dari lokasi asrama kami. Beruntung hari ini dinginnya tak begitu menusuk. Suhu yang berkisar antara 0˚C-10˚C terbilang hangat bagi kami dan orang-orang yang telah terbiasa tinggal di Siberia. Tujuan kami ialah pasar pusat di jantung Kota Irkutsk. Dimana di dekat pasar ini tersedia pool automobile atau semacam mobil travel yang melayani perjalanan ke luar Kota Irkutsk. Kami mencari automobile tujuan Listvyanka. Ada banyak kota di pinggiran danau itu, salah satunya Listvyanka. Menurut orang-orang sekitar yang kami tanya sebelumnya kebanyakan mengatakan bahwa Listvyanka sebagai destinasi wisata terbaik di Danau Baikal. Juga Alkhon, yang merupakan pulau di tengah Danau Baikal. Namun lokasinya yang memakan waktu lama jika ditempuh dari Kota Irkutsk, tempat ini tak begitu disarankan.
                Setelah semua kursi penumpang terisi, sang sopir pun menjalankan mobilnya. Selama sekitar satu jam kami akan berada di dalam mobil untuk mencapai Listvyanka. Sepanjang perjalanan kami disuguhkan pemandangan yang indah menawan.

Kota Listvyanka, Danau Baikal
                Sesaat setelah matahari terbit, kami telah sampai di Listvyanka. Tak menyangka kami telah menginjakkan kaki di pinggir danau yang selama ini hanya kami kenal dari buku ringkasan pengetahuan umum. Danau ini begitu luas yang mana hanya terlihat air yang tenang sejauh mata memandang.
Suasana Sekitar Tempat Persewaan
Snowboards
Tampak Depan Tempat Persewaan
     
Musim dingin merupakan musim yang tepat untuk memainkan olahraga favorit orang Rusia, ski. Terdapat spot permainan olahraga ski di Listvyanka. Kami tak menyia-nyiakannya. Kami pun menuju tempat penyewaan perlengkapan ski. Ada dua macam papan ski yaitu satu papan untuk satu kaki atau satu papan untuk dua kaki atau yang biasa disebut snowboarding. Harga sewa perlengkapannya berkisar antara 1000-2000 rubel tergantung macam aksesoris yang dipinjam dan berapa lama waktu peminjaman.  Selesai urusan sewa-menyewa kami bergegas menuju puncak dengan menaiki gondola atau kereta gantung.
Lintasan yang panjang dan curam membuat adrenalin kami tertantang. Salju yang tebal membuat kami tak takut tatkala akan terjatuh. Kami begitu menikmati permainan ini. Usai puas bermain atau lebih tepatnya lelah terjatuh, tentu saja kami menyempatkan diri untuk berfoto ria dengan latar belakang Danau Baikal yang eksotis. Hari semakin sore, pengunjung pun semakin membludak. Tak hanya orang Rusia saja yang berdatangan, banyak pula turis luar Rusia yang kami temui. Tak ingin kembali lebih cepat, kami memutuskan untuk berjalan-jalan sejenak di pinggiran Danau Baikal, menanti sang surya yang akan jatuh tenggelam.

Kereta Gantung
Siap Meluncur
Inilah Kami

Kembali Ke Asrama
                Sebenarnya ada banyak hotel atau motel dengan harga yang terjangkau mulai dari 1000 rubel per malamnya. Tetapi kami memutuskan untuk kembali ke asrama saja yang memang tak terlampau jauh. Kini kami menanti automobile di pinggir jalan dengan tujuan kembali ke Kota Irkutsk. Ongkosnya sama seperti saat berangkat yaitu 120 rubel. Akhirnya perjalanan pun berakhir. Walaupun lelah, raut muka bahagia terpancar dari masing-masing diri kami.
                Sungguh takjub kami menyaksikan secara langsung lukisan-Nya. Sangat beruntung kami berada di kota yang dekat dengan danau yang terkenal di seantero dunia itu. Bermain ski dan memandang panorama menawan bagaikan meminum susu coklat dan menyantap pisang goreng di pagi hari. Sangat nikmat!

Pemandangan dari Puncak

Pemandangan dari Puncak

Pemandangan dari Puncak

Pemandangan dari Pinggir Danau

    Irkutsk, Januari 2015
Share:

Your Seat Number

I Was Here

Novardin’s Travel Map

Novardin has been to: France, Greece, Indonesia, Italy, Malaysia, Netherlands, Russia, Singapore, Spain, Switzerland, Thailand.
Get your own travel map from Matador Network.

Contact

Nama

Email *

Pesan *