02/11/14

Tak seperti Sebelumnya


Welcome November!  Benang-benang harapan akan aku kumpulkan. Jarum-jarum keyakinan kan kusiapkan. Mimpi-mimpi manis itu akan kurajut. 

Sebentar lagi genap sudah satu bulan aku hidup di Negeri Beruang Merah. Aku sadar ini masih awal dan aku akan terus berlari mencari flora yang merekah di balik jalan yang dipenuhi daun-daun berguguran. Semua itu akan kujalani walau dengan beberapa hal yang tak seperti sebelumnya.....

Tak seperti sebelumnya...
Tak seperti sebelumnya aku berkumpul bersama Ayah-Ibu, Kakak, dan Adik kandungku dan bercengkerama dengan teman-teman dekatku. Merekalah motivasiku selama ini. Mendukungku untuk tetap berjalan lurus, mendukungku melakukan hal yang kumau selama itu baik. Kini, aku bersama teman-teman baruku. Mereka memiliki tujuan yang sama denganku.  Mereka juga berasal dari tanah air. Kami saling mendukung, saling membantu pula di saat suka dan duka. Merekalah keluargaku kini dengan landasan senasib, sebangsa, dan seperjuangan. Selain itu, banyak pula temanku dari negara lain yang membuatku seakan-akan telah menjadi 'masyarakat dunia'.

Tak seperti sebelumnya...
Tak seperti sebelumnya aku tinggal di kota kelahiranku, Sleman Yogyakarta. Kota tercinta yang mendidikku hingga lepas SMA. Kota yang mengajarkanku tepo seliro, sithik iding, mikul dhuwur mendhem jero, mangan dinggo urip, dan berbagai falsafah kehidupan lainnya. Kota yang penuh kenangan. Kini, aku tinggal di Irkutsk Siberia dengan latar belakang, sosial-budaya, dan iklim yang benar-benar berbeda. Beruntunglah manusia diberikan kemampuan beradaptasi. Sedikit demi sedikit aku mulai menyesuaikan diri dengan berbagai aspek kehidupan di sini. Bagaimanapun dan apapun yang aku pelajari, aku tetap berpijak pada tumpuan awalku.

Tak seperti sebelumnya...
Tak seperti sebelumnya aku beraktivitas. Yang sebelumnya aku tak peduli dengan apa yang kuperbuat hingga terkadang menimbulkan berbagai masalah kecil maupun besar. Yang sebelumnya tak menyadari sulitnya orang tuaku telah membesakanku. Yang sebelumnya hanya tinggal menanti makanan muncul di meja makan, menuntut suatu hal sesuka hati, dan mengabaikan nasihat bijak mereka. Kini, aku punya konsekuensi dari pilihan yang aku tempuh. Tanggungjawab semakin besar, beban di pundak semakin berat.

Inilah kehidupan. Kita berhak memilih jalan kita sendiri. Menjalani memang lebih berat ketimbang memilih. Namun, kita masih punya hak untuk menentukan seberapa besar usaha yang akan kita lakukan.

"All roads lead you to Rome."
"Just be yourself and you won't have a regret."
-NR
Share:

Your Seat Number

I Was Here

Novardin’s Travel Map

Novardin has been to: France, Greece, Indonesia, Italy, Malaysia, Netherlands, Russia, Singapore, Spain, Switzerland, Thailand.
Get your own travel map from Matador Network.

Contact

Nama

Email *

Pesan *