10/07/13

,

Part 2 - Ceritaku Backpacking ke Lombok

Rabu, 3 Juli 2013


            Pagi yang sejuk nan cerah. Akhirnya kami bisa lantang berteriak, selamat pagi Lombok! Dikala sang surya belum meninggi, kami bertiga menyempatkan diri berjalan-jalan di sekitaran desa host kami. Lalu sarapan nasi campur di pinggir jalan (Rp6.000). 09.00, kami dan host meluncur ke Pantai Kuta Lombok. Cukup dengan membayar tiket parkir (Rp5.000) untuk bisa memasuki kawasan pantai ini. Pantai Kuta sungguh luar biasa indahnya. Airnya jernih, batu karangnya keras, dan pasirnya putih. Perjalanan berjam-jam yang melelahkan kandas sudah dengan berada satu jam saja di Pantai Kuta. Banyak anak kecil yang menawarkan souvenir di sini. Kuncinya cuek dan tak usah menawar bila benar-benar tak ingin membeli. Karena sekali menawar akan selalu selalu dibuntuti bila belum membeli. Kami juga menyempatkan berbelanja oleh-oleh kaos khas Lombok. Setelah melalui proses negosiasi antara Ony dibantu host dengan penjual, kami mendapatkan harga yang miring per kaos (Rp20.000).


 


Seusai puas berbelanja, perjalanan kami lanjutkan menuju Desa Sade. Ada 3 macam rumah (bale) di desa ini dengan masing-masing filosofi. Adat dan budaya dari nenek moyang masih terikat kuat hingga kini. Salah satu contohnya, setiap perempuan diwajibkan untuk dapat memintal benang, menenun, hingga dapat menghasilkan kain songket yang indah baru perempuan itu boleh menikah. Pantas, Desa Sade ini terkenal akan keindahan selendang songketnya khas Lombok. Untuk memasuki dan berputar-putar di desa ini kami hanya membayar guide (Rp30.000/3 orang). Dari Desa Sade kami pun pulang menuju rumah host untuk beristirahat sejenak.


Pukul 15.00 kami berangkat menuju Pantai Senggigi. Tak kalah dengan Pantai Kuta, Pantai Senggigi menyuguhkan keindahan yang berbeda. Terlihat barisan bukit dari kejauhan. Gemercik ombaknya tenang. Kapal-kapal nelayan berjajar rapi. Sunsetnya sungguh menawan hati. Di Pantai Senggigi ini tiap orang cukup membayar tiket yang sangat murah (Rp1.000) untuk sekali masuk. Di tempat ini pulalah kami berpisah dengan host kami. Semoga di lain kesempatan kita bisa berjumpa lagi. Puas menikmati keindahan Pantai Senggigi kami mencari masjid untuk menunaikan ibadah sholat. Ba’da Isya kami makan malam di warung mirip warteg dengan nasi campur dan susu hangat (Rp13.000). Kemudian kami berjalan-jalan mencari penginapan murah. Kami mendapat penginapan itu di pinggir Jalan Raya Senggigi bernama Rey Home Stay (Rp100.000/3 orang)



(Pengeluaran hari ke-3 : Rp68.500)


Bersambung.....
Share: