24/06/13

,

Terimakasih Kawan

Di saat udara dingin berhembus, cepat-cepat aku berjalan menyusuri lorong yang gelap dan sepi. Kumasuki sebuah ruangan di ujung lorong. Kucium aroma persaingan dan kurasakan getaran mimpi-mimpi yang terbentang.

Kuakui, perilaku ini belum matang seutuhnya. Keistimewaan masih diproses sedemikian rupa.

Saat itu suasana terasa begitu tenang. Bualan klasik tak pernah terdengan di telingaku. Candaan palsu tak pernah terasa menusuk kalbu. Yang ada hanya nada-nada yang mengalun merdu sesuai irama yang meresap ke dalam jiwa. Indahnya.

Semua sesuai dengan yang kuinginkan. Namun, ini tak akan terus berjalan beriringan. Ada masa dimana aku harus menjalani candaan dan bualan. Ada masa dimana aku harus menahan gejolak suasana. Ada masa dimana aku harus menghindari belenggu rantai peristiwa. Inilah tantangan.

Tak asing lagi. Sudah bukan saatnya aku terbuai dan melebur dengan arus imajinasi. Ini saatnya diriku harus fokus. Memompa semangat dan menempa mental. Aku siap.

Tak hanya ilmu pasti yang ku pelajari selama ini. Banyak hikmah yang kudapat dari tiap segi peran yang kulakoni. Akan kupergunakan hikmah  itu untuk memasuki sebuah ruangan di ujung lorong. Tempat yang menjadi saksi bisu mengantarkanku mewujudkan mimpi ini. Dan di dalam ruangan itu, kalian akan tersenyum bahagia. Terimakasih kawan.
Share: