26/04/13

OPINI: Wanita Harus Dimuliakan


Berbicara tentang gender tentu setiap orang memiliki pendapatnya masing-masing. Gender sejatinya ada 2 yaitu laki-laki dan perempuan. Laki-laki identik dengan kesan keras, arogan, dan dominan. Sedang perempuan merupakan sosok yang anggun, lembut, dan jelita. Memang baik laki-laki maupun perempuan memiliki karakter yang berbeda. Aneh bila laki-laki menyerupai perempuan begitu juga sebaliknya. Dalam agama Islam juga melarang hal yang demikian. Dari segi apapun baik laki-laki dan perempuan tak dapat disamakan.


Baik laki-laki atau perempuan juga perlu memahami pentingnya arti gender itu sendiri. Laki-laki lebih dominan karena laki-laki merupakan pemimpin. Selain memimpin diri sendiri, ia merupakan calon bapak yang akan menjadi kepala rumah tangga. Tak dapat berleha-leha. Seorang lelaki haruslah menafkahkan keluarganya. Kebanyakan perempuan menjadi ibu rumah tangga. Tugas mengurusi anak itulah yang utama. Bukan tak boleh bekerja dan lantas ini adalah pembedaan gender. Bukan pembatasan ataupun pengekangan pada perempuan. Bukan.


Setiap dari kita mempunyai salah satu dari kedua gender tersebut dan kita juga memiliki beragam permasalahan di dalamnya. Biasanya perempuanlah yang menjadi korban gender. Mengapa? Kebanyakan masyarakat beranggapan bahwa perempuan itu lemah dan tak berdaya. Sehingga banyak dari kaum laki-laki yang mempermainkan. Melecehkan kaum perempuan seenaknya. Namun kesalahan tak murni dari kaum laki-laki. Perempuan juga harus berkaca diri agar tak mudah terjadi pelecehan di sana-sini. Baik laki-laki dan perempuan hendaknya menahan diri. Perempuan menahan diri dengan cara menjaga perkataan dan menutup auratnya. Dengan demikian sosok anggun perempuan akan muncul dengan sendirinya. Dan laki-laki akan cenderung menghormati dan menghargai perempuan tersebut.


Lain lagi masalah wanita pria atau biasa disebut dengan waria. Ini terjadi lantaran seseorang yang tidak nyaman dengan gender sebelumnya di samping ia kelebihan hormon wanita atau pria. waria akan berlaku layaknya seorang wanita padahal ia pria. Di sinilah terjadi pergeseran moral. Transgender sudah banyak dilakukan dimana-mana. Hendaknya kita menerima apa yang telah Tuhan berikan kepada kita dan menjalaninya dengan bersyukur.


Tak ingin lebih dalam membahas tentang waria. Saya ingin membahas perihal keluhan wanita karena gendernya. Wanita sering menganggap dirinya dikekang, dibatasi geraknya di kehidupan. Menurut saya bukanlah terjadi suatu pengekangan. Pria memiliki hasrat untuk menjaga wanita. Wanita sebaiknya memang tak sering keluar rumah. Kalaupun keluar hendaknya seperlunya saja. Keluar pun tidak dianjurkan mengumbar aurat, memakain banyak perhiasan, dan memakain wewangian karena itu semua dapat menimbulkan gejolak syahwat setiap pria yang melihatnya. Bahaya bukan?


Sudah saatnya kita menghilangkan stigma dari gender dengan lebih memahami arti gender di hidup ini. Setiap gender memiliki arti, karakter, dan perannya masing-masing. Tak dapat disamakan satu sama lain. Cara terbaik memahami gender adalah dengan mensyukurinya. Kita mensyukuri dengan tidak melawan takdir Tuhan. Pengekangan dan pembatasan gerak pada wanita itu tak benar. Wanita hendaknya dilindungi dan dijaga. Dan wanita itu harus dimuliakan.

Share: