18/03/11

Kenangan Tak Terlupakan di SMPN 8 Yogyakarta

Ini adalah sebuah cerita nyataku yang tak mungkin akan terlepas dari memoriku dan akan kucengkram erat dan erat.

Pertama-tama perkenalkan namaku Novardin Rizkidwikusuma, 15, tinggal di Sleman (absolutely Slemania) masih berstatus sebagai anak SMP (saat menulis ini). Dan SMPku adalah SMPN 8 Yk, memberikan kenangan yang tak terlupakan, tak mungkin lupa. Pada saat ini aku kelas 9, tepatnya 98. 98 orangnya asyik-asyik, tak se-asyik diriku. Cukuplah perkenalanku.

Jadi beginilah ceritanya. Aku masuk SMP8 dengan tidak mudah. Pada saat lulus SD, nemku terbilang lumayan, jadi inilah kunciku untuk membuka gerbang SMP8 untuk memasukinya. Waktu pertama masuk kelas awalnya biasa saja. Dipanggillah satu per satu nama-nama siswanya untuk mengecek kehadiran. Dan hingga panggilan terakhir ternyata namaku tak tersebut. Aku sempat berpikir kok bisa nggak ada? Waktu aku bertanya pada guru saat pelajaran itu, akupun mengerti sebabnya. Ternyata ada papan besar untuk pengumuman pembagian kelas. Pantas saja aku tidak tahu hal itu karena datangku sedikit terlambat. Seharusnya masuk 78 malah masuk 77. Betapa malunya aku gara-gara salah masuk kelas.

Setelah itu mulailah aku membiasakan diri untuk hidup di lingkungan SMP8. Orang-orang di sini mudah sekali akrab dan sangatlah ramah. Lingkungannya juga nyaman, pokoknya homey deh.

Lalu kuikutilah kemah galang. Inilah kemah pertama dan terakhirku waktu SMP. Kemah galang membuat diriku lebih mandiri dari sebelumnya.

Setelah kemah galang, aku memiliki kenangan indah di Bali. Bayangkan saja kamu pergi ke Bali untuk bersenang-senang dengan teman-temanmu satu angkatan yang selalu bersama hingga tiga tahun ini. Mantep banget to? Jelas.

Agak sombong sedikit ah. Pas kelas 7 kelaskulah jawaranya sepakbola dan kelas 9 menjadi runner up (kalah pinalti) pada classmeeting. Mungkin jika diteliti secara ilmiah, kelasku menangan gara-gara letak kelanya bersebelahan dengan lapangan basket yang sering dipakai untuk bermain futsal. Jadi ya pas istirahat atau pulang sekolah kelasku sudah menguasai lapangan itu untuk bermain sepak bola. Karena kita ketahui, "Pisau tumpul jika diasah terus-menerus akan menjadi runcing, begitu pula sebaliknya." Hehe..

Mulai pada kelas 2 bisa dibilang inilah masa terhancurku. Pada waktu kelas 2 nilaiku hancur, sikap? hancur, pikiran?hancur, tapi muka? ya tetep gantenglah haha. Di masa ini aku mulai mengenal kata-kata tempuk, ngedrop, tethek, dan sebangsanya yang tak patut ditinggalkan, eh ditiru.

Lanjut pada kelas 3, adalah masa yang sulit kulupakan dalam sejarah hidupku. Inilah masa di mana aku harus bangkit. Inilah masa di mana aku mulai bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Inilah masa untuk tidak menjadi "nakal". Inilah masa penemuan jati diriku. Kelas 3 merupakan masa penentuan yang akan sangat berat untuk berpisah dengan teman-teman. Tahun terakhir untuk kita bersama lagi dalam satu kelas.

Kelas 3 ini, kelasku ngadain foto buku tahunan. Dan pada disuruh ngasih saran mau di mana fotonya. Macem-macem sarannya malah ada yang minta ke pantai, kan jauuuh banget. Di situ akupun ngasih saran buat foto di suatu tempat dan aku pikir aku hanya gojek atau guyonan sebenarnya karena tempat itu dekat dengan rumahku, tetapi entah mengapa malah terealisasi. Tempat itu adalah Candi Sambisari. Lumayanlah hemat bensin, hemat tenaga, hehe.. Jika dihitung secara matematika kelas 98 menghabiskan waktu sekitar 5 jam buat foto-foto dari jam 1 siang sampai maghrib. Senang sekali bisa kumpul dan main sama teman-teman yang mungkin kejadian ini akan sulit terulang kembali jika sudah lulus nanti. Walau capek, kita semua senang, sangat berkesan.

Terharu rasanya jika mendengar kata "perpisahan" Yah tapi mau gimana lagi ini sudah menjadi jalan masing-masing. Yang penting walau raga terpisah jauh, namun hati kita selalu dekat (wah kayak lagu hehe) Masa SMP ini memberiku banyak pelajaran kehidupan yang sangat bermanfaat untuk masa depan. Terimakasih kawan, kini aku mengerti apa arti teman itu. Aku berharap kita semua bisa berguna bagi nusa dan bangsa. Jadi anak soleh / solehah, patuh sama orang tua, dan penuh tanggung jawab. Tetap junjung dan hormatlah nama sekolahmu SMP 8 Yogyakarta.

Mungkin cukup sekian, terimakasih banyak sudah menyempatkan diri untuk membaca.
Share:

Your Seat Number

I Was Here

Novardin’s Travel Map

Novardin has been to: France, Greece, Indonesia, Italy, Malaysia, Netherlands, Russia, Singapore, Spain, Switzerland, Thailand.
Get your own travel map from Matador Network.

Contact

Nama

Email *

Pesan *